Risiko Krisis RI Rendah, BI: Fundamental Ekonomi Kita Baik

14/09/2018 16.13

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo/Foto: Lamhot Aritonang

Jakarta - Analisis terbaru dari Nomura Holdings Inc menjelasan ada sejumlah negara berkembang di dunia yang memiliki risiko krisis rendah. Indonesia masuk dalam salah satu daftar negara itu.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menjelaskan analisis tersebut berarti mencerminkan kondisi Indonesia. "Memang fundamental ekonomi kita cukup baik. Memang konteks dari faktor eksternalnya lebih banyak," kata Dody di Gedung BI, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Saat ini kondisi ekonomi Indonesia memang masih terdampak faktor global, seperti perang dagang antara AS dan China. Hingga normalisasi kebijakan bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed). "Nomura kan mengatakan kemampuan ekonomi domestik kita (Indonesia) mampu menyerap tekanan global," ujar Dody.

Adapun delapan negara berkembang dengan risiko krisis terendah menurut Riset Nomura adalah Brasil, Bulgaria, Indonesia, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand. "Ini adalah sebuah hasil yang penting. Karena investor lebih fokus pada risiko. Penting untuk tidak menyamaratakan risiko krisis pada negara-negara berkembang," bunyi kesimpulan riset tersebut.

Sebagaimana ditulis dalam artikel sebelumnya, Nomura Holdings Inc mengembangkan sebuah sistem deteksi dini risiko krisis yang diberi nama Damocles. Semakin tinggi skor Damocles sebuah negara, semakin rentan pula indikasi negara tersebut mengalami krisis.

Damocles dibangun untuk mengidentifikasi krisis mata uang di 30 negara berkembang dengan mempelajari beberapa faktor, termasuk cadangan devisa, tingkat utang, suku bunga, dan impor. (kil/ara)

Sumber : detik.com

https://finance.detik.com/moneter/d-4211989/risiko-krisis-ri-rendah-bi-fundamental-ekonomi-kita-baik

« Back