Produksi Ikan Hingga Rumput Laut RI Terus Naik, Ini Datanya

17/01/2018 13.46

Jakarta - Realisasi produksi budidaya perikanan di sepanjang 2017 mencapai 16.165.069 ton. Realisasi produksi ini mengalami kenaikan 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Rincian realisasi produksi perikanan budidaya tahun lalu meliputi, udang 555.138 ton, ikan 7.429.787 ton, dan rumput laut 8.180.144 ton.

Di 2017 rumput laut 8 juta ton, ikan 7,4 juta ton, khususnya udang 555.000 ton," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto dalam jumpa pers di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Nilai Tukar Usaha Pembudidaya Ikan (NTUPi) per Desember 2017 tercatat sebesar 111,26 atau meningkat dari periode yang sama tahun lalu 109,56. Kenaikan NTUPi menunjukan iklim usaha di bidang perikanan budidaya mengalami perbaikan.

Selain itu, pendapatan per bulan pembudidaya ikan juga mengalami kenaikan dari Rp 3,021 juta di 2016 menjadi Rp 3,3 juta di 2017.

Berdasarkan data BPS naik menjadi Rp 3,3 juta," kata Slamet.

Melihat lebih dalam, produksi udang di 2017 sebanyak 555.138 ton mengalami penurunan dibandingkan 2016 sebesar 698.138 ton. Penurunan ini terjadi di Sumatera Selatan yang semula tercatat sebagai lima besar produsen nasional. Penurunan ini terjadi karena Grup CPP mengakhiri kerja sama dengan Plasma.

Produksi rumput laut di 2017 juga tercatat mengalami penurunan sebesar 8.180.144 ton dari sebelumnya 11.050.301 ton di 2016. Produksi rumput laut tersebut hingga Oktober 2017 dan diperkirakan mengalami kenaikan hingga akhir 2017.

Di sisi lain, produksi ikan Kerapu di 2017 sebesar 46.504 ton atau naik dari 2016 sebesar 11.504 ton. Kenaikan volume produksi Kerapu hingga 404% disebabkan karena menggeliatnya budidaya Kerapu di sentra produksi.

Produksi ikan Lele nasional di 2017 tercatat sebesar 1.771.867 ton. Angka ini mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2016 sebanyak 764.797 ton. Kenaikan terbesar ini seiring adanya program pengembangan usaha budidaya Lele seperti program bioflok.

Selanjutnya, produksi ikan Nila di 2017 tercatat sebanyak 1.155.374 ton atau naik dari 2016 sebanyak 1.114.156 ton. Kenaikan produksi ini terus bertahan selama 5 tahun terakhir mencapai 11%.

Di tahun 2018, produksi perikanan budidaya ditargetkan mencapai 24,08 juta ton. Angka ini terdiri dari produksi ikan 7,9 juta ton dan rumput laut 16,17 juta ton.

Stok Ikan Nasional Terus Naik Jadi 12,5 Juta Ton

Di sisi lain, stok ikan nasional hingga 2016 tercatat sebesar 12,5 juta ton. Angka ini terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di 2015, stok ikan nasional tercatat sebanyak 9,93 juta ton, kemudian di 2013 sebanyak 7,31 juta ton. Selanjutnya di 2011 sebanyak 6,52 juta ton dan di 2001 sebanyak 6,41 juta ton.

Memang kita melihat proyeksi peningkatan stok ikan nasional 9,93 juta ton menjadi 12,5 juta ton," kata Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja.

Sjarief menambahkan, kenaikan stok ikan nasional salah satunya disebabkan karena perginya kapal-kapal asing yang dulu sempat mengambil ikan di laut Indonesia. 

Aksi tegas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga ampuh meningkatkan stok ikan nasional.

Terbukti bahwa dampak perginya kapal-kapal asing memberikan kesempatan bagi stok ikan mulai kembali regenerasi lagi," ujar Sjarief.

Produksi perikanan tangkap di 2017 tercatat sebanyak 7.673.120 ton dengan rincian produksi laut 7.030.450 ton dan produksi perairan darat 642.670. Angka ini mengalami kenaikan dari 2016 sebanyak 6.545.852 ton dengan rincian produksi laut 6.115.469 ton dan produksi perairan darat 430.383 ton.

Nilai produksi perikanan tangkap di 2017 tercatat sebesar Rp 158 triliun dengan rincian nilai produksi laut Rp 143 triliun dan nilai produksi perairan darat Rp 15 triliun. 

Angka ini mengalami kenaikan dari 2016 sebesar Rp 121 triliun dengan rincian nilai produk laut Rp 111 triliun dan nilai produk perairan darat Rp 10 triliun.

Secara nilai, perikanan tangkap sebesar Rp 158 triliun atau mengalami kenaikan dari Rp 121 triliun," ujar Sjarief.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor perikanan tangkap di 2017 mencapai Rp 490,23 miliar atau naik dari 2016 Rp 357 miliar. Ini merupakan capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir sejak 2008.

PNBP Indonesia diperoleh dari sumber daya ikan. Nelayan ambil ikan kembalikan sebagian dalam bentuk PNBP," ujar Sjarief. (ara/dna) 

 

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3810515/produksi-ikan-hingga-rumput-laut-ri-terus-naik-ini-datanya

« Back