Petani Cabai di Cirebon Merugi Akibat Cuaca Ekstrem

07/12/2017 13.48

Cirebon - Cuaca ekstrem di Cirebon mengakibatkan sejumlah tanaman cabai milik petani rusak. Petani hanya bisa mengelus dada.

Arsita (54), petani di Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengatakan hampir semua petani cabai di Gegesik merugi lantaran tanaman cabai milik petani banyak yang mati. Intensitas hujan yang tinggi membuat tanaman cabai menjadi layu.

"Tanamannya pada layu karena hujan terus. Yang jelas ini akan mengurangi hasil panen kami," kata Arsita saat ditemui detikcom di lahan pertaniannya, Senin (4/12/2017).

Arsita menggarap lahan seluas 2.500 meter persegi. Jika dalam kondisi normal, sambungnya, lahan seluas itu bisa menghasilkan tiga sampai empat kuintal. Namun, karena pengaruh cuaca ekstrem, Asrita memperkirakan lahannya hanya bisa menghasilkan dua kuintal cabai merah.

"Pasti berkurang, paling dua kuintal. Jelas merugi, saya sih masih mending mas. Ada lagi yang lebih parah. Sudah sepekan kondisinya seperti ini," ujar Arsita.

Di tempat sama, Surtina (41) juga mengaku merugi. Mayoritas tanaman cabai garapannya jadi layu.

Selain layu, ia melanjutkan, tanaman cabai diserang hama lalat. "Sudah semingguan pada mati tanamanannya. Lalat juga mulai banyak, lalat itu bikin cabai jadi rusak," ucapnya.

Saat ini harga pasaran cabai Rp 20.000 per kilogram. Menurut Surtina, cuaca ekstrem membuat cabai menjadi berair.

"Empat hari sekali panen, cuma belum bisa memperkirakan hasilnya. Pada rugi mas, banyak yang berair dan tanamannya mati," kata Surtina. (bbn/bbn)

https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3753822/petani-cabai-di-cirebon-merugi-akibat-cuaca-ekstrem?_ga=2.154779256.1715523911.1512431261-1983112149.1482813426

« Back