Cerita Ahok tentang Wakil Rakyat yang "nyolong" kunjungan ke Spanyol

07/09/2015 11.32

JAKARTA, KOMPAS.com — Kehebohan pertemuan Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan Donald Trump saat kunjungan menghadiri konferensi Inter-Parliamentary Union ke Amerika Serikat mengingatkan Basuki Tjahaja Purnama saat menjadi anggota Komisi II DPR RI. Saat itu, anggota DPR melakukan kunjungan kerja ke Maroko, tetapi curi-curi kesempatan pelesiran ke Spanyol.

"Kamu baca saja di website saya tentang tulisan kunjungan anggota DPR ke Maroko. Saya tahu betul itu bagaimana (anggota DPR) nyolong waktu dan duit, mereka lari ke Spanyol bawa uang dobel," kata Basuki, di Balai Kota, Senin (7/9/2015).

"Itu namanya kerja sama antarparlemen dengan Maroko, kok jalan-jalan ke Spanyol, hubungannya apa coba," kata dia lagi.

Dikutip dari situs web pribadinya, Ahok.org, melalui laporan kinerja bertajuk "Satu Tahun Ber-DPR", Ahok –begitu Basuki akrab disapa– mengungkap banyak fakta menarik mengenai tingkah polah para wakil rakyat di Senayan. Dalam laporan itu, pria yang kini menjadi Gubernur DKI Jakarta ini menceritakan pengalaman kunkernya ke Maroko pada akhir September 2010. Basuki menjadi anggota delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR dan Parlemen Maroko. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menggunakan paspor dinas berwarna biru.

"Yang membuat saya gundah, rupanya dalam perjalanan itu juga ada acara ke Spanyol," kata Basuki dalam sebuah diskusi tahun 2011 lalu. Dia merasa perjalanan ke Spanyol tersebut bukan lagi bagian dari agenda kerja sama bilateral. Sebab, ada tim lain yang ditugaskan kunjungan kerja ke negeri matador itu.

Tim yang terdiri atas enam anggota DPR tersebut akhirnya berangkat pada 24 September 2010. Semua acara, lanjut dia, seharusnya sudah selesai pada 27 September sore. Namun, anggota rombongan yang lain nekat ingin ke Spanyol.

Dalam jadwal acara, lanjut dia, tidak ditulis ke Spanyol. "Cuma sampai 29 September, dibuat seolah-olah masih di Maroko kegiatannya dan ditulis pukul 13.20 berangkat dari Casablanca (lokasi bandara internasional Maroko) menuju Jakarta," kata Basuki.

Satu hal yang membuatnya tambah marah karena anggota rombongan yang jalan-jalan ke Spanyol tetap menerima tambahan uang saku perjalanan. Di Maroko, setiap anggota mendapat 200 dollar Amerika tiap harinya, termasuk hotel. Untuk Spanyol, jatahnya menjadi dua kali lipat, yakni 400 dollar Amerika tiap harinya. Berbeda dengan anggota lain, Basuki memutuskan untuk tetap pulang ke Indonesia pada 28 September. Meski di Maroko selama lima hari, dia hanya mau menerima uang saku selama empat hari. Sebelumnya, dia juga sempat ditawari menerima uang saku penuh selama tujuh hari, meski tidak ikut jalan-jalan ke Spanyol. Namun, Basuki menolaknya.

Penulis : Kurnia Sari Aziza

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/09/07/09110091/Cerita.Ahok.tentang.Wakil.Rakyat.yang.Nyolong.Kunjungan.ke.Spanyol?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

« Back