Bulog Segera Impor Jagung, Ini yang Perlu Diperhatikan

09/11/2018 10.51
Foto: Dikhy Sasra
Foto: Dikhy Sasra

Jakarta - Pemerintah memutuskan impor jagung maksimum 100.000 ton tahun ini melalui Perum Bulog. Badan usaha milik negara (BUMN) itu pun harus memastikan siap menerima kucuran jagung impor agar tak sia-sia. Impor tersebut dilakukan hingga akhir 2018. Waktu yang ada sebelum akhir tahun tinggal dua bulan lagi. Sebelum kucuran jagung impor masuk, ada beberapa hal perlu jadi perhatian Bulog.

Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) menilai ada empat hal yang harus diperhatikan Bulog sebelum merealisasikan impor.

"Pertama, Bulog harus memastikan jagung yang diimpor merupakan jagung yang berkualitas," kata Direktur Eksekutif Pataka Yeka Hendra Fatika dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Kedua, Bulog harus memastikan penyimpanan jagung dengan baik, sehingga kualitas jagung tidak menurun. "Harus pastikan, gudang Bulog sudah siap atau belum. Kalau tidak disiapkan, jagung yang baik pun bisa jadi buruk. Harus diperhatikan seberapa cepat jagung kualitasnya bisa turun," lanjutnya.

Ketiga, Bulog harus memastikan distribusi jagung di wilayah yang tepat, alias dekat dengan sentra peternak rakyat. Pasalnya keputusan impor memang dilakukan atas dasar hal tersebut. "Jangan sampai nyimpan di gudang di tempat yang tidak dibutuhkan. Misal buat peternak rakyat ada di Blitar tapi simpannya di Karawang," tuturnya.

Keempat, menurut dia jagung harus cepat didistribusikan. Pasalnya panen raya diperkirakan akan terjadi di bulan Februari-Maret 2019. Maka jagung impor harus dikucurkan sebelum panen raya. Perum Bulog diberikan kuota impor jagung sebanyak 100 ribu ton hingga akhir tahun. Rencanannya, tahap pertama jagung akan diimpor sebanyak 70.000 ton.

Menurut Direktur Pengadaan Perum Bulog Bacthiar pihaknya akan merealisasikan impor jagung secara bertahap dengan total 100 ribu ton hingga akhir Desember 2018. "Pokoknya akhir Desember ini masuk sesuai keputusan rakortas 100 ribu ton. Kita bertahap ya, sekali pengapalan ini langsung 70 ribu ton, terus 30 ribu ton Insya Allah," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan jagung akan diimpor dari Argentina dan Brasil. Adapun, saat ini pihaknya juga telah membuka tender untuk importir. "Sudah dibuka dong (tender). Iya (impor dari Argentina dan Brasil)," ungkap dia.

Perum Bulog mulai membuka tender impor jagung. Hal ini dilakukan untuk mengejar realisasi izin impor jagung sebanyak 100.000 ton sampai akhir tahun. Direktur Pengadaan Perum Bulog Bacthiar mengatakan tender tersebut telah dibuka. Adapun pengirimannya akan dilakukan secara bertahap sebanyak 70 ribu ton dan kemudian 30 ribu ton.

"Kita sudah buka tender dan pemasukannya bertahap. 70 ribu ton kemudian 30 ribu ton selanjutnya Insya Allah," kata dia di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (8/11/2018). Dikutip detikFinance dari keterangan tertulis di situs resmi Perum Bulog, tender tersebut telah dibuka sejak tanggal 7 November dan akan ditutup di tanggal 9 nanti.

Dalam keterangan tersebut berbunyi, importir harus mampu mengirim jagung yang berasal dari Brasil atau Argentina paling lambat tanggal 20 November untuk sampai di Indonesia.(ara/ara)

Sumber : detik.com

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4294125/bulog-segera-impor-jagung-ini-yang-perlu-diperhatikan

« Back